Saturday, November 24, 2012

You

Gue ga paham kok bisa gue tertarik sama lo. Ya padahal kalau di lihat-lihat, lo itu biasa aja, cetek, ga ada apa-apa. Tapi kenapa gue bisa tertarik sama lo? Lo punya sihir apa sih? Gue sayang nih sama lo.

lagi pingin geje aja sih :P

Sunday, November 18, 2012

Coba Dahulu, Tak Ada yang Salah Bukan?

hai guys gue balik lagi nih, kali ini dengan cerpen yang bertema 'perbuatan baik membuat orang lain bahagia' ya tugas dari dispendik gitu. just check it out :)

~


Coba Dahulu, Tak Ada yang Salah Bukan?
“Eh, kamu jadi cewek jangan murahan kenapa? Semua cowok kamu embat, memang kamu udah paling cantik apa?” teriak Jeni padaku.
            “Heh, yang murahan itu siapa? Dan siapa juga yang mengembat semua cowok? Jaga dong mulut kamu itu. Lagian, bukannya itu sikapmu ya? Bahkan, kak Sonya aja sampai enek liat kamu, cuman gara-gara kamu ngembat cowoknya dari dia,” balasku.
            “Apa kamu bilang? Dasar anak angkat,”
            “Apa kamu bilang? Kalau aku anak angkat terus kenapa? Masalah? Aku harus bilang ‘WOW’ gitu, hah?”
            “Ih…..,” teriaknya sembari menjambak rambut hitamku. Gila banget ini cewek.
            Aku pun membalasnya, menjambak rambut hitam kemerahan miliknya, dan membuatnya berteriak. Kami pun terus bertengkar, ditambah lagi suasana kelas yang memang lagi panas-panasnya.
            Hingga kudengar suara galak nan nyaring punya ibu Rosa. Matilah kami.

~

            “Jeni, Sarah! Apakah kalian tidak bosan, setiap saat harus berantem seperti anak kecil? Dan permasalahannya, ini sudah perkelahian kalian yang ke 10, dan semuanya tentang hal yang sama, cowok! Emang tidak ada yang lain apa?” teriak ibu Rosa di ruang kepala sekolah.
            “Tapi bu, dia memang suka mengembat cowok-cowok yang ada di sekolah ini,” terang Jeni pada bu Rosa.
            “Enak aja, kamu jealous kali, soalnya tidak ada cowok yang tertarik padamu, iya kan?” komporku.
            “Apa kamu bilang?” kata Jeni sembari meninggikan suaranya.
            “Sudah cukup, kalian bisa tidak untuk berhenti berteriak ke satu sama lain? Saya capek banget ngurusin kalian, kayak anak TK yang berebut mainan saja. Kembali kalian ke kelas, dan jangan harap kalian bisa pulang cepat hari ini,” ancam bu Rosa terhadap kami.
            Huh, dasar anak kaya, kayaknya udah yang paling kaya di sekolah ini.

~
            Duh, sial banget sih hidupku. Setiap hari harus berantem sama Jeni, dan selalu masalah cowok. Hello, siapa juga yang cari perhatian sama cowok lain? Gila banget Jeni itu. Dia kali yang maniak cowok tajir plus ganteng. Nyebelin banget tau ga, kayaknya paling cantik aja deh, enek banget aku.
            “Sarah!!!” teriak Bu Rosa dari ruangan kepala sekolah. Apalagi sih?
            “Iya, ada apa bu?” tanyaku dengan suara yang paling manis.
            “Kamu mau kabur atau bagaimana? Saya punya hukuman buatmu, ketimbang saya harus menelpon ibumu setiap saat,” terangnya galak. Hukuman? Apalagi ini? Tuhan, janganlah mengujiku.
            “Hah? Hukuman apa bu?” tanyaku dengan nada pelan.
            “Kau dan Jeni harus membersihkan toilet cewek di bagian koridor kelas 11,”
            “Apa? Ibu yang benar saja dong, saya ka nada les musik dan….,”
            “Tidak ada tapi-tapian, saya tidak mau ada yang kabur dari hukuman ini, mengerti?”
            “Apa bu? Membersihkan toilet? Ibu yang benar saja, saya ini salah satu anak dari komite sekolah ini. Apa ibu mau di mutasi dari sekolah ini?” ancam Jeni yang muncul begitu saja.
“Saya sudah menelpon orang tua kamu dan mereka setuju, jadi saya tidak akan terima yang namanya penolakan, mengerti?” terang bu Rosa seraya memberikan berbagai macam perlengkapan cleaning service. Oh God!
            “Baik bu,” sahut kami berdua.

~

            “Ah,” teriak Jeni yang melihat tikus berkeliaran di toilet.
            “Eh bisa diam ga sih? Capek dengerin teriakan loh yang alay itu,”
            “Apa kamu bilang? Alay?” sergahnya dengan raut muka yang masih ketakutan setelah melihat tikus, atau mungkin jijik.
            “Iya dong alay, itu kan cuma tikus, kenapa kamu takut banget?” tanyaku menantang.
            “Emang kamu berani sama tikus? Tidak usah sok berani deh ya,” cibirnya.
            “Tikus gini doang, apanya sih yang buat serem?” tanyaku  sambil mengambil tikus tersebut, dengan tanganku yang tertutup dengan sarung tangan dan mengarahkannya kepada Jeni.
            “Ih, kamu jorok banget sih, jauhin gih dari aku!” teriaknya mengancam.
            “Kalau aku tidak mau, apa yang akan kamu lakukan? Menjambak rambutku, atau menamparku?” ancamku padanya.
            “Rasakan ini,” dan ‘byur’ cipratan air pel-pelan mengenai muka putihku yang mulus.
            “Kamu gila apa?” teriakku sembari melempar tikus yang kupegang tadi entah kemana.
            “Makanya, jangan sok jagoan deh, aku tidak suka,” sergah Jeni.
            “ Nih, rasain juga!” teriakku dan menyiramkan air pel-pelan yang masih tersisa.
            “See? Kamu yang gila! Enak aja kamu nyiram air ginian ke aku?” teriak Jeni.
            “Emang kenapa? Masalah?”
            “Muka aku itu mulus banget, putih, dan rambut aku ini warnanya bagus banget, kok kamu siramin air begituan sih? Dasar udisk!”
            “Muka sama rambut perawatan aja kok bangga banget Jen, kalau alami sih tidak papa!” sindirku.
            “Kau……,”
            “Jeni!!! Sarah!!!”

~

            Brrrr, rasannya begitu dingin di sini, di tambah lagi dengan dinginnya AC di ruangan kepala sekolah ini. Huh, kami kembali masuk di ruangan ini, dan duduk bersebelahan. Sial banget sih!
            “Kalian ini, selalu saja! Saya pusing banget deh ngurusin kalian berdua. Apa kalian tidak bosan-bosannya bertengkar?” tanya bu Rosa.
            “Tidak!!!” teriak kami berdua.
            Tok, tok,tok.
            “Permisi ibu, saya mencari Sarah,” kata suara tersebut.
            “Mama!!!” teriakku lantang.
            “Cih, kampungan!” cibir Jeni, tapi tidak aku pedulikan.
            “Mama ngapain ke sekolah?” tanyaku pada mama.
            “Mama dengar kamu membuat kekacauan lagi, apa benar?”
            “Tidak ma!”
            “Lalu, kenapa mama sampai di panggil ke sekolah?”
            “Nghh, anu……,”
            “Ibu, mari silahkan duduk dahulu,” potong bu Rosa.
            “Ada masalah apalagi ya ibu dengan Sarah, anak saya?”
            “Seperti biasa, anak ibu kembali bertengkar dengan Jeni hanya karena masalah cowok,”
            “Aduh, maafkan anak saya ini ya bu, memang seperti ini anaknya,” terang mama pada bu Rosa. Aku hanya mencibir kesal, terlebih lagi ketika melihat Jeni tersenyum licik padaku. Persetan kau Jeni.
            “Baik ibu, sekarang saya mohon ibu untuk membawa pulang anak ibu, sebelum perangnya dengan Jeni berlanjut. Terima kasih ibu sudah datang, dan saya mohon maaf kalau merepotkan anda,” terang bu Rosa.
            “Tidak apa-apa bu Rosa. Kalau begitu, saya permisi dulu ya bu. Selamat sore,” kata mama sembari menarik tangan mungilku.

~

            “Kamu ada masalah apalagi dengan Jeni saying?” tanya mama ketika mobil mama telah keluar dari sekolah.
            “Seperti biasa ma, Jeni selalu menuduhku merebut cowok-cowok ganteng di sekolah, padahal tidak seperti itu. Cowok-cowok itu yang tertarik padaku,” terangku pada mama.
            “Tapi kenapa selalu harus adu mulut, dan berakhir kekerasan fisik seperti itu sih? Mama tidak suka kalau kamu jadi kasar,”
            “Dia sih ma, nyebelin banget! Suka banget nuduh orang,”
            “Kenapa kalian tidak berbaikan saja? Kamu minta maaf saja duluan,”
            “Tapi kan bukan aku yang salah ma!” sergahku.
            “Minta maaf duluan apa salahnya sih? Tidak ada bukan? Lagipula, minta maaf kan termasuk perbuatan yang baik, dan perbuatan baik itu pasti akan membahagiakan orang lain. Ya, kalau dalam masalahmu, kalau kamu minta maaf duluan, siapa tahu dia akan menyadari kesalahannya dan meminta maaf padamu, benar bukan?”
            Aku pun tersenyum mendegar perkataan mama. Sepertinya, apa yang disarankan mama padaku tidak ada salahnya. Baiklah, besok aku akan meminta maaf terlebih dahulu pada Jeni.

~

            Kulihat Jeni dan gerombolannya sedang bergosip ria di depan ruang kelas 11 IPA 3. Aku pun memberanikan diri melangkah ke tempat mereka. Dan kudapati pandangan teman-temannya yang berpandangan tajam padaku.
            “Ngapain lagi sih kamu? Ganggu banget tahu tidak? Dasar udik!” ingin rasanya aku menonjok muka mulus perawatan miliknya, namun aku hanya berusaha menenangkan diriku.
            “Jen, aku kesini cuma mau minta maaf, soalnya aku terlalu sering ngembat cowok-cowok ganteng disini, kamu mau kan memaafkanku?” tanyaku padanya, dengan setulus hati.
            “Sarah! Kamu tidak kesambet atau bagaimana kan?” tanyanya dengan mulut ternganga.
            “Tidak kok, aku benar-benar minta maaf padamu, maaf ya Jen!!!” ucapkan sembari meninggalkannya bersama gerombolannya.
            “Sarah!!!!” tiba-tiba kudengar suara teriakan Jeni dan mendapati dirinya yang berlari ke arahku.
            “Sarah, aku juga mau minta maaf, karena sering menuduhmu yang tidak-tidak selama ini. Kamu mau memaafkan aku juga kan?” tanya Jeni dengan senyum tulusnya. Hahaha, aku sudah tidak ingat, kapan terakhir kali dia memamerkan senyumannya itu.
            “Iya aku memaafkanmu juga,” jawabku tulus.
            Tidak ada salahnya bukan berbuat baik terlebih dahulu? Toh, tidak akan rugi, dan justru akan membahagiakan orang lain. Mama, terima kasih telah menyadarkan aku.

~


Gimana nih cerita gue? Aneh banget dah hehe 

Saturday, November 10, 2012

Love

Cinta? Duh, gimana ya gue nge-deskripsikan tentang cinta? Kalau kata orang nih ya, ketika kita jatuh cinta, seperti ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut kita, dan katanya lagi nih, ketika dipegang oleh seseorang yang kita cintai, seperti tersengat listrik. Ah, masa sih? Duh keliatannya alay gimana gitu deh ya.

Cinta? Hmmmm, ada seseorang yang sukses membuat hidupku jungkir balik tak jelas, oh tidak ini terkesan berlebihan. Seseorang ini baru gue kenal di pertengahan tahun ini. Tak ada yang spesial di awal pertemuan kami, Ya, bisa dikategorikan biasa saja, tak ada yang menarik. Tapi hari semakin terasa indah ketika dia selalu mention gue, gatau kenapa gitu rasanya nyaman aja. Tapi, gue ga ngerasain definisi cinta yang gue sebut di awal. Tapi, ngeliat dia yang sekarang, yang terasa jauh, yang sekarang memaksaku untuk menjadi orang asing baginya, itu sakit. Lalu, apakah aku jatuh cinta dengan dia?

Cinta? Terlalu sulit untuk gue katakan, gue cinta sama nyokap, sama bokap, sama adik-adik gue, dan keluarga gue yang lain. Tapi definisi cinta gue ke elo? Gue gatau juga deh, mikirin lo aja udah sakit, apalagi mikirin cinta gue ke lo, yang ada basi deh hehe.

Cinta? Gue mulai ga percaya sama kata cinta. Kenapa? Terlalu ribet, memuakkan, bullshit, membutakan, and whatever lah, gue ga peduli. Gue maunya sih move on, tapi ga esgampang ngomongnya. Move on emang butuh usaha, tapi kalau kayak gini keadaannya, gue mana tahan gelaaaaak.

Cinta? Menurut lo cinta itu apa sih?

Scandal

Kalau semua artis punya scandal sama artis lain itu biasa kan ya? Kalau sesam artis saling jatuh cinta terus pacaran, apa salah? Ga boleh? Kalau menurut gue sih ya biasa aja, itu hak mereka. Mereka kan juga manusia, sama seperti kita yang merupakan fans dari artis-artis tersebut.

Kali ini gue mau cerita tentang scandal dari Park Ji Eun atau yang dikenal dengan nama IU dan dancing machine Super Junior, Eunhyuk. Gue pertama ga ngerti waktu ada beberapa artikel tentang mereka di internet, tapi ya namanya penasaran, ya gue coba nge-search beberapa lah, ternyata ada foto tentang mereka berdua, yang di posting dari twitternya IU, kayaknya sih ga senagaja, soalnya dari yang gue tau nih ya, 2 menit setelah di post, langsung dihapus sama IU. Ini nih fotonya.


Yeah, kalau menurut gue ya, biasa aja, ga ada something yang harus dibilang WOW kan? Toh, itu bisnis mereka, masalah cinta mereka, ya kalau emang mereka dating ya, gue kan bukan mereka :)))))) Yang gue bingungin ya, kenapa harus bashing salah satu dari mereka, atau malah dua-duanya. Kan kasihan dong mereka. Hello guys, they're human for God's sake, and kenapa harus di bahas berlebihan gitu? Mau mereka dating atau apa juga bukan urusan kita. Sebagai fans yang baik dan mengaku sayang sama artisnya, ga boleh bashing artis lain yang ada scandal sama artis favoritnya, terutama artis favoritnya sendiri. Itu bukan fans lagi namanya, tapi fans yg posesif banget. Hey, juga mereka ga akan jadi pacar kalian kan? Mereka punya perasaan tau -_- Kasihan dong IU-unnie sama Hyuk-oppa :'(

Itu aja sih komen gue. Intinya, apapun yang terjadi di antara emang gue ga tau, tapi yang pasti gue bakal dukung mereka, apapun yang terjadi. Keep kece and gawl ya guys :)

Hero's Day

Hey guys, gue balik lagi nih, pingin cerita tentang hebohnya Hari Pahlawan, ya hari ini guys. Seperti yang lo tau, khususnya buat arek Suroboyo, hari ini kita ngadain upacara bendera buat menghargai jasa pahlawan karena sudah membuat Indonesia, khususnya Surabaya menjadi MERDEKA. Hari ini gue ga pake baju pejuang seperti kemarin nih. Bukan karena gue mau ngelanggar atau gimana gitu sih, tapi karena gue jadi bagian tim paduan suara sekolah gue, so ada seragam tersendiri. Ga seragam khusus paduan suara juga sih, cuma pake seragam putih abu-abu, ya kan anak SMA getoh hahaha. Tapi, baju putih-nya lengan panjang, yah bayangin aja sih panasnya kayak apa. Tapi jangan mengeluh betapa panasnya selama upacara, tapi anggap upacara ini sebagai replika rasa terima kasih kita kepada para pahlawan hehehe, itu sih amanat pembina upacara waktu di sekolah tadi.

Tim paduan suara beserta gue nyanyiin tiga buah lagu, yang so pasti adalah Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, dan ditambah dengan lagu khas kota Surabaya, ya Surabaya judul lagunya. Kalau lo ngerasa arek Suroboyo, pasti udah afal bener sama ini lagu. Tapi bagi gatau, gue kasik tau deh kayak apa lirik lagunya.

Surabaya Surabaya Oh Surabaya
Kota kenangan kota kenangan tak kan terlupa
Disanalah disanalah di Surabaya
Tuk yang pertama tuk yang pertama kami berjumpa

Kuteringan masa yang telah lalu
Seribu insan, seribu janji
Bersatu padu
Surabaya di tahun 45
Kami berjuang kami berjuang bertaruh nyawa

Menurut lo, gimana nih liriknya? Is it good? Hahaha, terserah kalian deh, gue ga ikutan. Yang pasti asik banget nyanyiin lagu ini, soalnya kita nyoba nyanyi pake suara 1 dan suara 2 juga hehe. Selesai upacara, ada teatritikal tentang kejadian 10 November 1945 dulu, sumpah longor banget, gue pingin ketawa. Gimana ga ketawa coba, teatritikal tahun ini beneran konyol deh, grudukan gitu deh pihak Indonesia waktu menyerang yang berperan jadi pihak Belanda, wahahaha. Tapi, momen yang ditunggu hanya satu, yaitu momen waktu dirobeknya warna biru dari bendera Belanda, dan tada, jadilah bendera kebangsaan kita, Indonesia.

Ya setelah itu, pulang deh hehehe :) Tetap semangat, keep kece and gawl guys :)

MERDEKA!!!

Friday, November 9, 2012

H-1 before Hero's Day

Okay guys, kali ini gue balik dengan cerita tentang H-1 Hari Pahlawan di Surabaya, kota tempat gue tinggal sekarang. Ya kalau dibilang sih, gue bukan orang Surabaya asli, gue dari Bali hehe. Tapi, ya bokap sama nyokap gue kerjanya di Surabaya, so here I am. Okay, stop this. Just check it out guys!

Hari ini, sekolah gue, SMA Negeri 3 Surabaya, ngeharusin semua murid dan guru-gurunya buat pake baju ala pejuang, ya bisa baju tentara, polisi, dokter, dll. yang penting ada hubungannya sama para pejuang jaman dulu deh hehe. Dan gue milih pake baju ala dokter jaman dulu, dan uniknya, atau bisa juga dibilang aneh, gue bawa STETOSKOP hahahaha, konyol banget ga sih gue :))))))))

Kalau temen gue sekelas, 11 IPA 2, rata-rata pada milih pake baju tentara, duh sampe pasaran banget, tapi kalau dilihat dari keseluruhan warga sekolah, banyak yg milih jadi dokter, ya serba putih gitu deh hehe :)))))) pagi-pagi, kita di wajibkan buat ikut pawai keliling komplek TNI-AL. Yap, the location of my school itu ada di dalam komplek TNI-AL, ya jadi gitu deh, seperti ya gue bilang tadi.

Ada salah satu kelas nih yang kompak banget, yaitu kelasnya mbak Beldon (kakak kelas gue), 12 IPA 3 atau biasa di sebut SPARTA. Kelas ini serempak pake kaos putih dengan corat-coret tentang perjuangan, keren dah pokoknya. Dan, masih banyak pakaian pejuang yang unik-unik, di pakai sama warga sekolah gue :)))))) Hmmm, mengenai pawai? Yang jelas itu, panas, dan bikin capek :)))))

Udah gitu, sampainya di sekolah, gue harus latihan paduan suara buat upacara Hari Pahlawab besok nih guys, salah satunya nyanyiin lagu Surabaya. Kalau lo warga Surabaya, atau bisa gue bilang 'arek Suroboyo', lo pasti tau banget sama lagu ini.

Setelah latihan padus, gue balik deh ke kelas. Somplak banget dah, suara gue habis bis bis, oke ga se alay itu juga sih, tapi ya tetep aja deh gitu jadinya :)))))))))))

Sebenernya ada nih beberapa foto about today's occasion, sayangnya ue ga punya fotonya, I mean ada di kameranya temen gue. Kapan ya gue sempet mintain fotonya? Okay, lets see.

So, here I am guys, saying thank you and good bye :* wish you a great day

Thursday, November 1, 2012

First Day of November

Hey guys, gue balik lagi nih hehe, tanggal 1 November 2012, yah hari pertama di bulan November yang dinanti-nanti. Ya, sebenernya gue juga menantikan tanggal 1 ini, tapi setelah seharian penuh, gue sadar banget deh ya, gue BADMOOD, bener-bener deh ya -_-

Pagi-pagi nih ya, gue udah diprotes hanya karena masalag sepele, you know what? Hey, they were talking about air conditioner, said these and those words. Hell, bisa ga sih diem? Capek banget gue ngurusin kalian pada, beli dong sendiri. Dan konyolnya, gue nangis cuma gara-gara masalah gini doang. Ya, emang kelihatan cengeng, tapi yang beliin AC-nya itu nyokap gue, padahal nyokap gue aja lagi sakit tangan, masih maksaan diri buat dateng ke toko elektronik dan beli, masa terus gini responnya? If they don't appreciate me, it's okay, but I can't accept if they don't appreciate my mother. Ya, gue ga bilang mereka beneran salah, tapi secara ga langsung, mereka kan ga ngerhargai nyokap gue, ah gue ga terima kalau gini.

Oke, pertengahan hari, temen gue tercinta yang bohong sama gue itu, ya kalau kalian udah baca postingan-postingan gue, bakal paham deh, siapa maksud gue, cari masalah lagi sama gue, secara tidak langsung lagi. Duh, bener mangkel deh ya gue. Ga bisa apa biasa aja? Gue juga ga peduli lagi kok, ngapain bergaya kayak gitu, cih ga level.

Kemudian, waktu gue dan temen ekskul gue mau ngerjain artikel buat mading, eh si ketua ekskul dengan polos ngerjain pekerjaan lain yang ga penting sih menurut gue, dibandingin mading yang lagi dikejar deadline ini. Duh, sampe mati bosen gue nungguin, jamuran kali gue ya. Sampe gue tinggal main spider solaitare sama solaitare, hahaha such an old games to play with.

Oh yeah, and the last one, and the worst, temen gue yang lain bilang kalau dia (someone) tau kalau gue suka sama dia. Oh shit!!! Kok bisa sih? Kata temen gue ini, dia denger percakapan antara X sama Y, terus apalah gitu. Kayak gini sih kalau dikira-kira,
X : Loh, audri suka sama ........?
Y : Iya, yo ga ......?
....... : 'ketawa'
eh setan banget ga sih -_- duh kesel banget deh gue, ga nahan.

Pokoknya, the first day of november 2012 is the worst day ever, I think, hehehe. Keliatannya aja gue posting sedikit ciri khas ketawa, padahal sebenernya gue ketawa karena merasa lucu aja sama hari ini, tapi juga pingin meledak-ledak, kesel banget deh gue ini. Ah, kesel deh pokoknya.