Tuesday, December 31, 2013

Snake's Year Memories

Well, sekarang kita udah menginjak hari terakhir di tahun 2013, tepatnya 31 Desember 2013. Lo semua pasti pada heran kenapa gue ngasik judul begitu buat posting gue yang terakhir di tahun ini. Simple aja, menurut shio sih tahun 2013 itu tahunnya para ular nih guys.

Menurut gue banyak banget kenangan yang udah gue lewati, alone, sama keluarga, sama temen-temen, dan sama orang-orang terdekat gue. Yang namanya kenangan, pasti ada manis pahitnya, bisa lo sebut bittersweet, ya gitu sih istilah anak muda jaman sekarang.

Langsung ke inti-nya aja deh ya, kalau menurut gue tahun 2013 ini penuh kejadian yang tak terduga, dan mengguncang emosi banget deh pokoknya. Kerjaan gue tahun ini mewek mulu, nangis sih kalau bahasa benernya. Mulai yang dari putus dari bf, sampe di patahin hati gue sama someone haha. Tapi yang bikin gue bener kesel tahun ini tuh, susahnya jadi murid kelas paling tua di SMA. Duh, nilai jelek dikit udah bingung ga karuan, bawaan cuma nangis aja. Padahal usahanya udah bener-bener nguras tenaga gue.

Well, ga salah juga sih kalau tahun ini disebut tahun ular, semua kejadian munculnya tiba-tiba, ga bisa diprediksi, sama deh kayak ular, ga ada yang tau kapan dia bergerak mendekat dan tiba-tiba aja udah muncul depan mata mu.

Ya, gue sih cuma berharap kalau hari esok jauh lebih baik dari tahun ini, secara besok udah tahun 2014. One thing, kalau orang pada tanya sama gue apa resolusi gue buat tahun depan, jawaban gue ga bakal muluk-muluk deh ya. Lulus SMA dengan nilai UN memuaskan, masuk PTN lewat jalur undangan, dan bikin orang tua gue bahagia, udah itu aja sih. Gamau lah buat resolusi yang terlalu tinggi, nanti malah ga kesampaian lagi hahaha.

So, thats all from me. Nikmati aja deh hari terakhir di tahun 2013 ini. Lo mau ketawa, mau nangis apalagi, boleh aja, asal kalau udah di tahun yang baru lo harus lupain semua kesedihan lo itu, anggap aja kenangan lama, yang ga perlu lo inget-inget lagi di tahun yang baru.

See ya in 2014! Happy New Great Year guys!!!

Wednesday, December 25, 2013

Your Life is Yours

Well, sebelumnya gue mau ngucapin Merry Christmas 2013 buat semua temen-temen gue, and all of people around the world yang merayakannya. Mungkin ini bakal jadi posting terakhir di tahun ini, or maybe not haha. Kali ini, gue ga bahas tentang Natal, secara nih, bukannya gue rasis, tapi gue bukan umat Kristen maupun Katolik, so gue gatau pasti sih tentang Natal dan maknanya.

Berhubung gue udah 17 tahun nih, aish gaya banget nih si writer, gue bakal bahas cerita singkat about my life. Well, bukan sombong sih, gue cuma pingin share aja unek-unek gue selama ini. So, sorry aja ya kalau gue bakal curhat panjang lebar, soalnya banyak banget yang pingin gue ceritain. Just check it out!

Gue lahir di keluarga yang lumayan strict ya, jadi gue harus gini, gue harus gitu, yang sampai detik ini juga, gue masih menjalani hidup yang strict ini. Well, sebenernya bagus sih kalau orang tua kita strict, but sometimes its quite annoying for me, after all those years. Gue cuma bisa senyum-senyum sendiri, kalau inget my mom yang emang strict banget, and sometimes she would be too loud when she got emotional. Ya, anak memang sering banget mungkin ya, bikin orang tuanya marah, tapi kadang gue suka ga tahan kalau mama gue marah-marah dan suaranya ngalahin speaker bioskop. Bukannya gimana ya, malu banget kan kalau di denger tetangga, apalagi waktu all of her children udah pada gede gini, ya gue salah satunya. Sebagai the oldest among my siblings, gue merasa kalau mama gue ga perlu too loud lah ketika marah, yang ada tambah stress dan capek sendiri. Well, gue cuma berharap mama gue tetep strong, dan kurangi sedikit volumenya ketika berbicara, apalagi kalau lagi sensitive, its too loud mom hehe :D

Second, golongan pertemanan gue emang bukan anak-anak eksis lah, tapi setidaknnya ada beberapa anak eksis yang kenal deket sama gue. Well, gue jadi bisa bandingin lah rasanya temenan sama yang eksis and sama yang biasa aja. Punya temen eksis itu asik banget, lo bisa update segala macem hal, karena rata-rata anak eksis itu biang gosip abis haha. But sometimes, karena temen lo udah merasa eksis, dia bakal milih jalan sama teman-teman yang eksis ketimbang jalan sama lo, yang notabene bukan anak eksis. Tapi gue belon pernah sih ditinggal sama temen gue yang eksis-eksis itu haha. Punya temen yang biasa aja itu sebenernya rada gimana gitu, soalnya ga setiap saat lo bisa gosip-gosip bareng, tapi we need to be friend with orang yang biasa aja, cause biasanya mereka yang malah setia jadi temen lo ketimbang dengan teman lo yang eksis, so its different, rite?

Well this is the usual story ever! Third, my love stories. Kenapa gue bilang stories? Yang karena cerita gue banyak banget kalau soal beginian haha. But, you have to remember kalau gue ga selamanya anak galauan. Lets see, balik lagi ke persoalan kalau keluarga gue itu strict, nah urusan percintaan ini juga ada hambatannya. Ya, mom said kalau gue ga boleh pacaran dulu deh, tunggu lulus kuliah baru boleh, waduh lama amat ye -_- Selain itu, harus seiman, dan mampu menghidupi gue in the future. Sekali gue, bukannya gue rasis, tapi gue mikir bener juga, kalau pacaran sama yang seiman aja haha. But, hidup ini emang ga gampang. My first love itu namanya A, dia seiman sama gue, tapi yang gitu deh ga sehati haha. Next, gue pernah nge-crush sama dua cowok di SMP, and ga seiman sih, and in the end gue sadar banget kalau gue cuma nge-crush biasa, jadi gue ga cinta gitu sama dua-duanya. SMA itu next level lagi buat gue, well gue pacaran dua kali. Yang pertama sih gue cuma asal terima aja, abis kasihan aja gue sama anaknya. Yang kedua, gue beneran cinta gelaaa, tapi ya karena ga seiman dan gue takut banget sama emak gue, heaaaa klise, ya kandas deh di tengah jalan. And the last one, I love this person, and gue seiman! But, kembali lagi seperti my first love, kalau emang ga sehati ya ga bisa dipaksa. So, menurut lo gue ini ngenes apa enggak sih soal urusan cinta?

Seperti yang lo tau, well kalau lo tau, gue masih SMA. Gue anak ingusan, ga ngerti apalah arti hidup sebenarnya, seperti apa yang my dad and my mom told me. Dan gue emang harus banyak belajar, apalagi sama yang namanya ilmu pengetahuan. Well, ilmu itu emang butuh, tapi gatau kenapa ya, anak sekarang mah ngejer nilai aja, yang penting memuaskan dan passed. Tapi, kemana semua ilmunya? Well, hal serupa juga terjadi sama gue. Gimana ga gitu coba? Guru menuntut nilai terbaik dari siswa-siswi, tapi ada aja sebagian guru yang ngajarnya seenaknya sendiri, nah terus murid Indonesia bisa apa kalau masih ada guru yang seperti ini?

Well, kebanyakan ye? Itu dulu unek-unek gue di penghujung tahun ini, moga aja gue bisa posting something di tahun baru 2014. Night all!!!

Saturday, December 14, 2013

2 0 1 3

Okay, time walked so fast, dan sekarang kita udah berada di penghujung tahun 2013. How amazing! Kayaknya barusan aja tahun baru 2013, dan sekarang udah mau tahun baru 2014. Hahaha, yang jelas banget kejadian-kejadian yang tak terduga di tahun 2013 ini.

Di awal tahun, gue masih ngerasain yang namanya hidup layak princess, secara gue masih disayang banget sama prince gue. Yeah, actually we broke up on April. So sad, and it was hard to let him go, but I had to.

Abis gitu, ga kerasa aja gue move on dan gue having a crush with another guy. Oh my God! He is so fucking handsome! Sorry with the profane word, can't help it tough.Tapi, ternyata gue ga sadar kalau crush gue berubah jadi love, oh no! Dan ternyata, dengan dialah gue ngerasain heartbreak, yang pertama sepanjang sejarah hidup gue. Kalau lo pada penasaran, bisa lo baca di dua postingan sebelumnya :)

Tapi, ga hanya itu. I'm on the third grade of high school! Gosh, can you imagine that? Dan waktu gue udah ga banyak lagi. Bahkan pengisian PDSS udah di depan, yap senin besok, December 16th 2013, adalah hari pertama pengisian PDSS. Oh no, why time runs so fast? Dan dalam hitungan 120an hari lagi, gue bakal ngadepin yang namanya National Examination. Omona!

And the last one, I'm turned 17 on last 'December 3rd'. I'm so happy, and I made a great party. All of my friend came and I really miss them, yeah my junior high and elementary school's friends. Its been a long time since I've met them. Gonna miss them!

Segitu aja pengalaman gue di 2013. Waduh, gue ga mampu deh ceritain semuanya, terlalu banyak kejadian yang tak terduga dalam hidup gue di tahun ini. Ya, doa gue semoga tahun depan lebih bermakna, lulus UNAS dan keterima di PTN lewat jalur undangan alias SNMPTN! Astungkara :)

Friday, December 13, 2013

Thanks A Lot!

Ah, aku emang bodoh. Pabo. Baka. Stupid! Bisa-bisanya aku punya perasaan aneh ini ke kamu. Seharusnya aku tidak jatuh dalam perangkapmu, namun sihirmu berhasil menyeret diriku ke dalam, jauh dan dalam. Aku mencoba untuk menghalau rasa ini, tapi apa dayaku, aku tak mampu melakukannya. Cinta itu semu, datang secara tiba-tiba, tanpa kenal waktu dan tempat. Bisakah kau mengerti, sayang?

Aku bodoh, karena terus mencintai, tanpa menyadari bahwa hal terburuk pasti akan terjadi. Dan itu benar terjadi. Aku sungguh tak paham, apa ini rencana Tuhan, ataukah kamu memang berencana mempermainkanku, dan kemudian menghancurkanku. Jujur, kau berhasil merobohkan tanggul pertahananku. Dan perlu kau ketahui, kaulah satu-satunya pria yang berhasil melakukan ini semua. Puaskah dirimu menyakiti diriku? Apa kau senang telah membuatku melayang, kemudian menjatuhkanku, sayang?

Aku tahu aku bukan siapa-siapamu, tapi bisakah sedikit saja kau hargai keberadaanku? Aku mungkin memang egois, ingin selalu diperhatikan, dan ingin selalu dimengerti. Tapi, kau harus paham, aku wanita. Aku tidak bisa dipaksa untuk tegar dan kuat setiap saat. Hello? Kamu tidak pernah nonton ftv ya? Cian! Jadi tidak tahu deh gimana sakitnya wanita kalau pria yang dicintainya itu menyakiti dirinya. Sama deh kayak kamu. Kamu ngerti tidak sih, kalau kamu sudah berhasil merobohkan bentengku, tanpa ada ketertarikan untuk membetulkannya?

Maaf, aku hanya ingin egois sekali ini saja. Aku cuma mau bilang kalau kamu itu jahat, banget. Kamu tahu? Aku sangat ingin membenci dirimu, dan jujur saja, aku ingin sekali menghapuskan seluruh memori tentang dirimu, agar aku lepas dari semua rasa sakit ini. Tapi apa daya? Aku sangat mencintaimu, meskipun kau tidak pernah tahu rasa ini. Kau tahu? Sometimes, aku tidak mau kehilangan kamu, aku hanya ingin kamu jadi milikku, sekarang dan selamanya. Tadi aku sudah bilang kan, aku ingin egois. Aku capek harus mengalah terus-menerus, aku ingin egois, untuk kau catat itu dalam benakmu.

Dan untuk yang terakhir, terima kasih untuk segalanya, dan terima kasih juga untuk rasa sakit yang kau berikan ini. Dan mulai detik ini aku akan berusaha melupakan perasaanku padamu. Jadi, untuk selanjutnya, jika kau menyesal dengan semua perbuatanmu padaku, maaf saja sayang, aku tidak bisa lagi menerimamu, walaupun aku tahu bahwa aku mungkin saja masih mencintaimu.

Wednesday, December 11, 2013

Unsaid Words

Tidak banyak yang bisa kutuangkan di postingan kali ini. Mungkin hanya sedikit rasa sakit di tanggal yang katanya bagus ini.

Harus kuakui. Aku bodoh! Ya, aku gadis bodoh yang seharusnya sadar kalau cepat atau lambat, hal ini akan terjadi. Dan benar nyatanya! Bahkan, tidak hanya sekedar sakit hati biasa.

Aku tahu aku tidak boleh berharap lebih, tapi apakah begini akhirnya? Apa kamu tidak bisa pahami perasaanku? Aku setiap saat berusaha hargai perasaanmu, tapi apa yang kamu yang lakukan ke aku? Salah aku ke kamu itu apa sih, sampai kamu tega melakukan ini semua?

Fine lah, setidak aku sudah pahami keputusanmu. Tapi ini mah namanya kamu tega! Setelah apa yang kamu lakukan, kamu hempaskan aku gitu aja? Okay, I accept it! Thank you for everything.

Dan jika suatu hari kamu menyesal dengan keputusanmu, maafkan aku, aku mungkin saja tidak akan terus bersamamu. Aku akan beralih darimu, karena kesempatan tidak datang setiap saat, sayang. Maafkan aku yang egois, ingin memiliki dirimu, namun tiba-tiba saja meninggalkan dirimu. Tapi, ini bukan seratus persen kesalahan diriku, camkan baik-baik!

Aku hanya ingin kau tahu, aku bukan wanita murahan dan bukan wanita idiot yang bisa kamu pakai sesukanya. Cari saja wanita lain untuk kau permainkan, dan maaf saja wanita itu bukan aku :) Because you have to know that I'm not an easy person to face!

But, aku tetap berterima kasih kepadamu, setidaknya kau masih menganggap diriku berharga, walau hanya sebatas adik :)

P.S. : Kamu kan juga punya adik kandung, why aku juga kamu anggap adik kalau kamu udah punya adik?

Saturday, November 23, 2013

Bittersweet of Love

Love...
What is the definiton of love? Anybody know the real definition of this 4-alphabets word. Orang-orang pada bilang kalau cinta itu indah, menyenangkan, membahagiakan, dan semua perasaan bahagia yang ada. Ada juga yang bilang kalau cinta itu kayak drugs, memabukkan, bikin candu, bahkan membutakan hati seseorang. Namun, ada juga yang bilang kalau cinta itu sakit, perih, dan rasa sakit lainnya selama seseorang jatuh cinta.

Gue sendiri sih masih ga paham  gimana cinta yang sebenarnya, ya cinta yang beneran cinta. Pasalnya, banyak orang bilang kalau lagi jatuh cinta, kita bakal ngerasa kalau jantung kita berdetak keras, dan ribuan kupu-kupu kayak lagi terbang di dalam perut kita.

Gue udah pernah ngerasain hal-hal diatas itu, tapi apakah itu sudah cinta? Karena, in the other side, gue juga pernah berada dalam posisi susah memperjuangkan relationship, hingga diakhiri dengan break yang bikin gue sakit dan perih. And now, gue lagi dibuat mabuk sama someone else. Jadi, apa bisa gue dibilang lagi jatuh cinta?

Tidak akan ada yang tahu, karena gue yang seharusnya bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi, sampai sekarang, aku tidak paham dengan isi hatiku. Dan I'm afraid to say that I love this new person in my life. So, what's happening with me?

Intinya sih ya, cinta itu ga selalu indah, dan ga selalu manis, tapi dari cinta, lo juga pada bisa ngerasain sakit yang lo ga pernah bayangin. Sometimes, cinta juga timbul dari suatu perbedaan, ya bisa saja membuat senang, tapi ada juga perbedaan dari dua insan yang bikin hati kratak, ya salah satu sih masalah iman. Ketika jatuh cinta, hati dan pikiran bakal dibuat campur aduk, pusing 7 keliling, dan bla bla bla. Ya gue sendiri ga bisa ngomong banyak tentang apa yang dirasain seseorang ketika jatuh cinta, karena cinta itu ada pahit dan manisnya tersendiri.

Thursday, November 21, 2013

Appology

Aku bukan wanita yang mudah untuk jatuh cinta. Dan aku memang wanita yang tidak selalu ada dalam relationship dalam waktu lama. Singkat saja, tidak bisa bertahan lama. Karena, memang diriku susah untuk merasakan cinta yang sesungguhnya.

Namun, kau hadir dan merubah segalanya. Aku mulai tahu rasanya jantung berdetak cepat ketika kau ada di dekatku. Dan aku mengerti rasa itu sekarang. Bagaikan ribuan kupu-kupu menari di perutku, aku juga merasakannya.

Kau layaknnya pangeran yang tak bisa dijangkau. Kau terlalu tinggi untuk digapai, dan aku (mungkin) tidak sanggup untuk menggapai dirimu. Kau perfect, tapi aku sadar jika kau terlalu perfect untuk diriku. Aku tidak ada apa di matamu. Aku juga tidak bisa mendefinisikan apa status kita saat ini. Apakah aku hanya sebatas teman, sebatas adik, atau yang paling parah, aku hanya sebatas anak ibu kos mu.

Maafkan jika perasaanku mengganggu dirimu, dan membuat dirimu tak nyaman. Maafkan jika aku tidak bisa mengutarakan perasaanku seperti yang kau inginkan. Mungkin sekarang memang masanya emansipasi, tapi maaf, untuk masalah perasaan, aku tidak berani berdiri atas dasar nama emansipasi. Maaf, aku hanya takut penolakan. Aku tidak tahu apa yang kau rasakan tentang aku. Aku tidak bisa hanya sekedar menerka isi hatimu, karena isi hatimu hanya kau yang mengerti.

Aku bukan siapa-siapamu disini, jadi aku tidak ada hak sama sekali untuk mengusik hati dan pikiranmu. Jadi sekali lagi, maaf jika aku punya rasa untuk dirimu. Tapi, aku sudah terlanjur.

Monday, November 4, 2013

Addiction

Aku tidak mengenalmu dalam waktu yang singkat. Setahun telah berlalu sejak diriku mengenal dirimu. Itu bukanlah waktu yang sebentar bagiku, untuk bisa memahami dirimu. Awalnya, tidak ada sesuatu yang membuat tertarik akan dirimu. Mendengar cerita mengenai dirimu dari teman-temanmu pun juga tidak membuatku tertarik akan pesonamu.

Hingga seseorang terdekatmu bercerita mengenai dirimu, wahai pangeranku. Ini merupakan titik mula aku mulai menaruh perhatian padamu sedikit demi sedikit. Dalam keadaan yang cukup kalut, saat itu, aku pun mencoba, dan terus mencari sesuatu yang ada pada dirimu, hanya sebatas pelarian dari pria yang sebelumnya.

Dirimu berhasil membuatku move on, namun aku salah. Kau tak hanya sekadar pelarianku, aku mulai menaruh rasa padamu. Pesona mautmu membuat diriku terjebak di dalamnya. Kau bagaikan magnet yang menarik diriku, bagaikan kutub utara yang menarik kutub selatan, kau sukses menarik seluruh perhatianku, hanya untuk dirimu.

Semakin lama, aku semakin terbawa arus pesonamu. Aku tak paham, magic apa yang kau miliki, hingga bisa membuatku terseret dan terombang-ambing tidak jelas, seperti perahu di tengah laut yang tidak tahu dimana harus berlabuh.

Segala hal aku lakukan untuk membuatmu melihat keberadaanku. Aku mulai menjadi stalker setiamu. Membuka account Twitter-mu hampir setiap hari, hanya untuk mengetahui karakter dirimu, walaupun ada kemungkinan itu bukan dirimu yang sebenarnya. Aku hanya penasaran akan dirimu yang sebenarnya.

Aku pun mulai bercerita akan dirimu pada teman-temanku. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa dirimu terlihat biasa saja, bahkan masuk dalam kategori anak yang tidak rapi, first of all because of your long hair. Aku yang dibutakan atau bagaimana, apapun yang ada pada dirimu, kau tetap terlihat sempurna di mataku. Seperti lagu yang satu ini...

"You don't know how beautiful you are to me,
You never trying to be perfect,
Nobody's perfect, but you are, for me,"

Dirimu telah menjadi bagian dari diriku yang tidak bisa terpisahkan (mungkinkah akan terpisah suatu saat nanti?). Kau bagaikan candu bagi diriku. Kau sungguh memabukkan. Dan kau telah mengubah semua pandanganku akan cinta yang sesungguhnya.

Namun, ada satu pertanyaan yang ingin ku tanyakan pada dirimu.
Bolehkah aku mencintaimu?

Tuesday, October 29, 2013

Confused


Kim TaeYeon, wanita independen yang tidak pernah mengenal kata pria dalam hidupnya, namun kini ia harus menyesali semua kata demi kata yang telah diutarakannya mengenai pria.
Semua orang mengenal TaeYeon sebagai wanita yang tangguh, tak akan pernah roboh walaupun diterpa angin, ataupun badai sekalipun. Banyak hal buruk yang menerpa dirinya tidaklah membuat TaeYeon menyerah, dia terus bekerja keras hingga menjadi orang yang tak dipandang sebelah mata oleh siapapun.

Hingga mimpi buruk itu pun datang. WooBin sajangnim1 , pimpinannya di perusahaan majalah fashion tempat TaeYeon bekerja pensiun, dan digantikan oleh anak semata wayang keluarga Byun , BaekHyun.
Byun BaekHyun, pria karismatik yang tidak pernah mengenal kata cinta dalam hidupnya. Yang ia tahu hanya bagaimana cara mendapatkan wanita cantik nan seksi yang ditemuinya dimana pun dirinya berada, membuat wanita-wanitanya mendesah di atas kasur, dan meninggalkan mereka setelah melakukan hubungan intim dengan wanita-wanitanya.

Playboy, cap yang diberikan TaeYeon pada pimpinan barunya ini. Jabatannya sebagai sekertaris dari pria ini tidak membuatnya ketakutan, bahkan TaeYeon dengan tegas menolak permintaan BaekHyun yang memintanya untuk menjadi pacarnya, ataupun sekedar dinner biasa, karena dirinya dapat menebaknya dengan mudah apa yang sebenarnya diinginkan oleh pria itu. 

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menolak untuk mengurusi panggilan dari wanita-wanita yang dijadikan BaekHyun sebagai boneka pria itu. Seperti apapun BaekHyun mengancam TaeYeon, mulai dari menurunkan gaji TaeYeon, hingga mengancamnya melalui text messages2, tidak membuatnya gencar, dan dirinya terus bertahan. BaekHyun pun kalah, dan berhenti bermain dengan wanita.

Namun, ada satu hal yang membuat TaeYeon kagum akan pimpinan barunya ini. Ketika bekerja, BaekHyun berubah menjadi seseorang yang perfeksionis, everything must be perfect. Setiap pemotretan untuk majalah, dia selalu hadir dan mengomentari segala macam hal yang menurutnya kurang sempurna. BaekHyun juga detail dalam memilih pakaian.

Seperti acara dinner dengan para pemilik saham beberapa waktu yang lalu. Sebagai sekertarisnya, menemani BaekHyun sudah menjadi tanggung jawab TaeYeon. Sewaktu menemani ayah BaekHyun, fashion style seorang TaeYeon tidak pernah dikritik. Namun, semua itu berbanding 180ยบ dengan pria tersebut. 

Ketika BaekHyun menjemput TaeYeon di kediaman wanita ini, sang pria dengan lantangnya berteriak di depan TaeYeon mengenai fashion style-nya. Emosi TaeYeon meningkat. Tidak merasa dihargai membuatnya ingin berteriak di depan pria ini. Namun, pria ini memang tidak bisa diremehkan. Sebelum Taeyeon mengeluarkan sepatah kata dari bibirnya, Baekhyun menarik tangan mulusnya menuju Ferrari miliknya, dan membawa sang wanita menuju salah satu fashion outlet milik perusahaan. 

Dengan teliti dia mencarikan pakaian yang pantas bagi TaeYeon, dan menyuruh wanita tersebut untuk berganti pakaian. Dengan kesal, TaeYeon pun mengiyakan keinginan pimpinannya tersebut. Selesai berganti pakaian, ia pun keluar dan menemukan pimpinannya telah menggunakan setelan jas yang serasi dengan pakaiannya. Taeyeon mulai terpesona akan kesempurnaan Baekhyun, dan sukses terbuai oleh pesonanya.

Baekhyun yang menyadari hal ini tidaklah diam, melainkan memanfaatkan kesempatan yang ada. Setelah dinner malam itu, Baekhyun menggencarkan aksinya. Dirinya mengajak Taeyeon ke sebuah bar mini, yang langsung diiyakan oleh Taeyeon. Sesampainya di bar, Baekhyun memberikan satu gelas bir yang sangat memabukkan untuk sang wanita. Taeyeon yang belum pernah minum sebelumnya, mengambil gelas tersebut dengan ragu-ragu, namun senyuman maut pria tersebut membuatnya hanyut dan pada akhirnya meminum isi di dalam gelas tersebut dalam satu teguk. Dirasa enak, Taeyeon meminta satu gelas lagi, yang sungguh tak disangka oleh Baekhyun. Namun kemudian, Baekhyun pun tersenyum licik, tidak menyangka bahwa rencananya akan berhasil.

Setelah beberapa lama, Taeyeon pun mabuk. Baekhyun pun membawa wanita mungil ini menuju apartemen pribadinya. Dia memacu gas kenderaan, ingin segera bermain secepat mungkin. Sesampainya di apartemen, Baekhyun langsung membawa Taeyeon menuju kamarnya dan melancarkan aksinya. Ketika hampir mencapai klimaks, Taeyeon mengatakan,
“Aku mencintaimu, Baekhyun,”
Namun, hanya dianggap sebagai angin lalu oleh Baekhyun, dan dirinya meneruskan aktivitasnya ini.

Sebulan setelah kejadian itu, Taeyeon merasakan sesuatu pada dirinya. Sering muntah-muntah di pagi hari, dan kadang pingsan ketika berada di kantor. Walaupun dia tahu jika ini ada hubungannya dengan Baekhyun, namun dirinya tidak berani memastikan kebenarannya. 

Hingga dirinya memberanikan diri membeli sebuah alat yang ditakuti bagi wanita yang belum menikah. Taeyeon mencobanya, dan hasilnya positif. Taeyeon hamil. Dirinya mengandung anak Baekhyun.
Taeyeon merasa sangat senang. Namun, ketika dia mengutarakan semuanya pada Baekhyun, apa yang didapatkannya? Dirinya sudah dibuang, semenjak Baekhyun mengambil kesempatan atas dirinya.

Dirinya sangat marah, dicampakkan setelah diperlakukan tidak benar itu sangat menyedihkan. Namun, Taeyeon tidak bisa berhenti mencintai Baekhyun. Cinta itu tidak bisa dihentikan semudah membalikkan setelapak tangan. Karena, sometimes, the reality says that love is blind.

FIN

1. Sajangnim : pimpinan dalam bahasa korea
2. Text messages : layanan pesan singkat di ponsel selular

Wednesday, October 9, 2013

Mental Breakdown

Hey guys, gue kembali lagi nih ;;) by the way, udah berapa lama ya gue ga nge-posting apa-apa disini? .... Yeah, unimportant lah. So, seinget gue, gue ada nge-hapus dua postingan yang gue posting baru-baru ini. Kenapa? Iya biar ga ada konflik dan kontroversi gitu deh, hahaha gaya gue.

Kali ini gue mau cerita about this fckn week. Horrible!!! Its not even a week, tapi rasa itu loh ya ampun, gue sampe mental breakdown banget. Kesel banget deh pokoknya. Apalagi sama yang namanya hasil UTS, atau yang kepanjangannya Ulangan Tengah Semester, duh bikin bete to the max deh pokoknya.

Abis gitu yeee, masa cowok yang gue suka, okelah whoever he is, he said that my friend is beautiful, in front of my eyes. Duh, gimana ga sakit coba? Udah gitu ya, pake nanya-nanya akun sosmednya temen gue lagi :') Aduh, gini ta rasanya dibandingin sama temen gue sendiri :'))))))

Kayaknya sih itu aja dulu dari gue. Kesibukan serta homework yang ga sedikit, alias numpuk kayak gunung bikin gue jadi ga sempet update ini blog. Ya, tapi pasti gue sempetin buka blog ini ;)

Saturday, July 27, 2013

Move On, Easy or Hard?

Hey guys! Ga kerasa udah lima bulan gue ga ngisi blog gue sendiri. Haha, biasalah orang sibuk :D Enggak sih sebenernya, mungkin karena tugas numpuk terus emang ga ada sesuatu yang bisa gue bahas. So, this time, I'm gonna share this experience of mine which you called move on. Just next!

Move on itu apa sih sebenernya? Abis putus pacaran terus berhenti mencintai orang itu? Atau langsung nyari gebetan baru? Hmmm, kalau menurut gue sih ga keduanya, kenapa? Pasti kelihatan banget kalau gue gagal move on hahaha! Gatau juga sih ya.

Kalau menurut pandangan gue nih, move on are two simple words that look simple but hard to do, bener apa enggak nih? Anggap aja lo baru putus nih sama pacar, tapi masih sayang banget sama itu mantan, pasti bakal susah deh move on nya.

Nah, gimana sama yang someone who love a person yang udah punya pacar, atau the simple thing is mereka udah mencintai orang lain? Bisa ga sih dibilang move on kalau kita mencoba berhenti, dan kalau iya, move on yang kayak gimana? Nah, ini kasus gue banget haha!

Kalau menurut gue sih, move on itu bukan berarti lo harus ngejauh dari dia, karena itu malah tambah susah, soalnya kepikiran mulu. Caper ke mantan itu juga salah, karena apa yang terjadi sebelumnya tidak akan berulang lagi, please deh kita kan ga lagi main film 'Back To The Future'.

Kalau lo memang bisa move on, ya bersikap yang biasa lah, take it easy. Ga usah yang gimana gitu deh, nanti malah dikira alay sama mantan lagi, kan ga banget haha.

Jadi, kalau menurut gue, move on itu gampang-gampang susah, sama kayak ujian hahaha. Move on itu bakal sukses kalau ada kemauan dari lo semua. Kalau gue? Still in progress!

Tuesday, February 19, 2013

Feeling...

Hey guys, kali ini gue mau cerita tentang isi hati gue. Isi hati gue itu darah, getah hati, and .... haha bukan hati itu yang gue maksud, tapi perasaan.

Pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta untuk pertama kalinya ga? Atau gue bilang cinta pertama, hmm?  Pasti pernahlah, oke sama kayak gue aja deh ya. Cinta pertama gue itu adalah temen gue sejak kecil, yang kebetulan satu sekolah dasar sama gue. Tapi waktu gue lulus, gue sama dia beda SMP, sekarang pun ya beda SMA.

Without him itu ... kadang sih ga kepikiran gitu deh, tapi kadang gue kangen aja gitu sama temen gue ini, maklumi aja deh cinta pertama ding hehe.

Pas SMP, gue suka sama dua orang cowok. Ya, tapi itu cuma sekedar crush aja, dan gue masih kebayang sama temen gue itu.

Pas SMA ya sama, tapi ya gitu deh kebayang terus sama temen gue itu.

Kalau menurut kalian, apa gue masih cinta sama temen gue itu?

Saturday, February 16, 2013

Friends

Hello guys, I'm back again. I wanna tell about some misunderstood thing between me and my friends, which I call it one-side misunderstood.

Two days ago, temen-temen gue ini ngomongin apa gitulah, gue rada ga paham juga, dan emang ga jelas juga, so ya gue kan biasa aja. Tapi intinya sih, salah satu dari mereka ada yg pingin ngejauhin aku, yang gue tau as my own deskmate. Gue sih won't care aja lah, ya jadi gue anggap itu angin lalu.

Besoknya, temen gue yang lain (ga ada hubungannya sama temen-temen gue yg diatas) minta duduk sebangku sama gue, karena dia punya masalah sama temen sebangkunya. Ya gue sebagai temennya ya bantu dia toh, gue duduk aja sama dia, dan gue masih ga peduli sama masalah yang kemarin itu. Udah sih, smooth gitu deh hari gue, sampai akhirnya, dia nyindir gue gitu, katanya,
"Halah, gitu doang aja langsung gamau duduk sama aku,"
Ya, gue jelasin aja alasan gue, tp ya gitu deh, dia gamau percaya sama gue, ya gue biarin aja.

Nah, hari ini gue ada kerja kelompok sama temen-temen gue yang lain, dan gue tau something else. That so-called-deskmate bilang kalau gue itu alay banget pake pindah bangku segala.

Oke deh ya, for my so-called-deskmate, lo sendiri kan yang mau nge-hindar dari gue, lagi pula gue ga nge-hindar kok, gue cuma mau bantuin temen gue aja. emang loe pikir temen gue cuma elo aja apa? Eh enggak ya!

Duh, gue kok jadi curhat gini haha~ (bukannya gue emang mau curhat ya?)
That's all, see you soon guys :)

Tuesday, January 22, 2013

Hectic

Hey guys, gue balik lagi nih di antara tumpukan pr yang belum selesai, dan gue gatau kapan semua itu bakal habis. Oke, this time I'm gonna speak out my mind about education here hehe.

Setelah baca beberapa tentang artikel pendidikan Indonesia, dunia, dan juga perbandingannya, gue ngerasa kalau sekolah disini itu termasuk berat. Apalagi di sekolah gue nih misalnya. Guru itu suka banget ngasik tugas banyak, tapi juga nuntut murid untuk aktif dan tanggap dalam setiap materi. Padahal kalau gue lihat nih ya, tugas aja udah banyak, ga bakal sempet deh buka buku cuma buat belajar doang, pasti pada akhirnya buka buku itu cuma buat sekedar nyari bahan tugas, so useless rasanya harus beli buku tebel-tebel tapi cuma dipakai buat bahan tugas aja.

Kalau disekolah gue, guru yang bisa dibilang asik itu, I mean dalam hal menerangkan dan memberikan tugas, ya bisa sih gue hitung pake jari aja, abisnya dikit amat. Sisanya, kalau menurut gue sih biasa aja, tapi gue ga suka aja sistem ngajarnya, kadang kurang menarik, kebanyakan ngasik tugas, atau yang satu ini ......

GURU KILLER

Gatau aja, rasanya gimana gitu kalau udah ketemu guru yang begitulah tipenya. Salah satu contohnya guru biologi gue. Duh, ini guru jarang banget menerangkan materi yang dipelajari, ga pernah sama sekali mungkin. Kerjanya ngasik tugas buanyak, dan ga ada toleransi banget sih kalau menurut gue. Dia aja ga pernah nerangin, so jelas aja kan kalau kita ga paham-paham banget sama pelajaran, tapi ngasik tugas yang bahkan kita gatau apa jawabannya, karena materinya ga diajarin, sounds pathetic banget tau ga.

Kesel aja sih gue kalau guru udah kayak gitu. Ini cuma komen gue aja sih tentang guru dan juga sistem ngajar mereka. Semoga sih temen-temen yang diluar sana ga bakal ngalamin hal kayak gue.

And for my beloved teachers, I don't hate all of you, but I just want some space to study, not a lot of homework that we can't even do in a mean time, that's all.

I'm still respect you, don't worry about it :)