Monday, November 4, 2013

Addiction

Aku tidak mengenalmu dalam waktu yang singkat. Setahun telah berlalu sejak diriku mengenal dirimu. Itu bukanlah waktu yang sebentar bagiku, untuk bisa memahami dirimu. Awalnya, tidak ada sesuatu yang membuat tertarik akan dirimu. Mendengar cerita mengenai dirimu dari teman-temanmu pun juga tidak membuatku tertarik akan pesonamu.

Hingga seseorang terdekatmu bercerita mengenai dirimu, wahai pangeranku. Ini merupakan titik mula aku mulai menaruh perhatian padamu sedikit demi sedikit. Dalam keadaan yang cukup kalut, saat itu, aku pun mencoba, dan terus mencari sesuatu yang ada pada dirimu, hanya sebatas pelarian dari pria yang sebelumnya.

Dirimu berhasil membuatku move on, namun aku salah. Kau tak hanya sekadar pelarianku, aku mulai menaruh rasa padamu. Pesona mautmu membuat diriku terjebak di dalamnya. Kau bagaikan magnet yang menarik diriku, bagaikan kutub utara yang menarik kutub selatan, kau sukses menarik seluruh perhatianku, hanya untuk dirimu.

Semakin lama, aku semakin terbawa arus pesonamu. Aku tak paham, magic apa yang kau miliki, hingga bisa membuatku terseret dan terombang-ambing tidak jelas, seperti perahu di tengah laut yang tidak tahu dimana harus berlabuh.

Segala hal aku lakukan untuk membuatmu melihat keberadaanku. Aku mulai menjadi stalker setiamu. Membuka account Twitter-mu hampir setiap hari, hanya untuk mengetahui karakter dirimu, walaupun ada kemungkinan itu bukan dirimu yang sebenarnya. Aku hanya penasaran akan dirimu yang sebenarnya.

Aku pun mulai bercerita akan dirimu pada teman-temanku. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa dirimu terlihat biasa saja, bahkan masuk dalam kategori anak yang tidak rapi, first of all because of your long hair. Aku yang dibutakan atau bagaimana, apapun yang ada pada dirimu, kau tetap terlihat sempurna di mataku. Seperti lagu yang satu ini...

"You don't know how beautiful you are to me,
You never trying to be perfect,
Nobody's perfect, but you are, for me,"

Dirimu telah menjadi bagian dari diriku yang tidak bisa terpisahkan (mungkinkah akan terpisah suatu saat nanti?). Kau bagaikan candu bagi diriku. Kau sungguh memabukkan. Dan kau telah mengubah semua pandanganku akan cinta yang sesungguhnya.

Namun, ada satu pertanyaan yang ingin ku tanyakan pada dirimu.
Bolehkah aku mencintaimu?

No comments:

Post a Comment