Friday, December 13, 2013

Thanks A Lot!

Ah, aku emang bodoh. Pabo. Baka. Stupid! Bisa-bisanya aku punya perasaan aneh ini ke kamu. Seharusnya aku tidak jatuh dalam perangkapmu, namun sihirmu berhasil menyeret diriku ke dalam, jauh dan dalam. Aku mencoba untuk menghalau rasa ini, tapi apa dayaku, aku tak mampu melakukannya. Cinta itu semu, datang secara tiba-tiba, tanpa kenal waktu dan tempat. Bisakah kau mengerti, sayang?

Aku bodoh, karena terus mencintai, tanpa menyadari bahwa hal terburuk pasti akan terjadi. Dan itu benar terjadi. Aku sungguh tak paham, apa ini rencana Tuhan, ataukah kamu memang berencana mempermainkanku, dan kemudian menghancurkanku. Jujur, kau berhasil merobohkan tanggul pertahananku. Dan perlu kau ketahui, kaulah satu-satunya pria yang berhasil melakukan ini semua. Puaskah dirimu menyakiti diriku? Apa kau senang telah membuatku melayang, kemudian menjatuhkanku, sayang?

Aku tahu aku bukan siapa-siapamu, tapi bisakah sedikit saja kau hargai keberadaanku? Aku mungkin memang egois, ingin selalu diperhatikan, dan ingin selalu dimengerti. Tapi, kau harus paham, aku wanita. Aku tidak bisa dipaksa untuk tegar dan kuat setiap saat. Hello? Kamu tidak pernah nonton ftv ya? Cian! Jadi tidak tahu deh gimana sakitnya wanita kalau pria yang dicintainya itu menyakiti dirinya. Sama deh kayak kamu. Kamu ngerti tidak sih, kalau kamu sudah berhasil merobohkan bentengku, tanpa ada ketertarikan untuk membetulkannya?

Maaf, aku hanya ingin egois sekali ini saja. Aku cuma mau bilang kalau kamu itu jahat, banget. Kamu tahu? Aku sangat ingin membenci dirimu, dan jujur saja, aku ingin sekali menghapuskan seluruh memori tentang dirimu, agar aku lepas dari semua rasa sakit ini. Tapi apa daya? Aku sangat mencintaimu, meskipun kau tidak pernah tahu rasa ini. Kau tahu? Sometimes, aku tidak mau kehilangan kamu, aku hanya ingin kamu jadi milikku, sekarang dan selamanya. Tadi aku sudah bilang kan, aku ingin egois. Aku capek harus mengalah terus-menerus, aku ingin egois, untuk kau catat itu dalam benakmu.

Dan untuk yang terakhir, terima kasih untuk segalanya, dan terima kasih juga untuk rasa sakit yang kau berikan ini. Dan mulai detik ini aku akan berusaha melupakan perasaanku padamu. Jadi, untuk selanjutnya, jika kau menyesal dengan semua perbuatanmu padaku, maaf saja sayang, aku tidak bisa lagi menerimamu, walaupun aku tahu bahwa aku mungkin saja masih mencintaimu.

No comments:

Post a Comment