Tuesday, October 29, 2013

Confused


Kim TaeYeon, wanita independen yang tidak pernah mengenal kata pria dalam hidupnya, namun kini ia harus menyesali semua kata demi kata yang telah diutarakannya mengenai pria.
Semua orang mengenal TaeYeon sebagai wanita yang tangguh, tak akan pernah roboh walaupun diterpa angin, ataupun badai sekalipun. Banyak hal buruk yang menerpa dirinya tidaklah membuat TaeYeon menyerah, dia terus bekerja keras hingga menjadi orang yang tak dipandang sebelah mata oleh siapapun.

Hingga mimpi buruk itu pun datang. WooBin sajangnim1 , pimpinannya di perusahaan majalah fashion tempat TaeYeon bekerja pensiun, dan digantikan oleh anak semata wayang keluarga Byun , BaekHyun.
Byun BaekHyun, pria karismatik yang tidak pernah mengenal kata cinta dalam hidupnya. Yang ia tahu hanya bagaimana cara mendapatkan wanita cantik nan seksi yang ditemuinya dimana pun dirinya berada, membuat wanita-wanitanya mendesah di atas kasur, dan meninggalkan mereka setelah melakukan hubungan intim dengan wanita-wanitanya.

Playboy, cap yang diberikan TaeYeon pada pimpinan barunya ini. Jabatannya sebagai sekertaris dari pria ini tidak membuatnya ketakutan, bahkan TaeYeon dengan tegas menolak permintaan BaekHyun yang memintanya untuk menjadi pacarnya, ataupun sekedar dinner biasa, karena dirinya dapat menebaknya dengan mudah apa yang sebenarnya diinginkan oleh pria itu. 

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menolak untuk mengurusi panggilan dari wanita-wanita yang dijadikan BaekHyun sebagai boneka pria itu. Seperti apapun BaekHyun mengancam TaeYeon, mulai dari menurunkan gaji TaeYeon, hingga mengancamnya melalui text messages2, tidak membuatnya gencar, dan dirinya terus bertahan. BaekHyun pun kalah, dan berhenti bermain dengan wanita.

Namun, ada satu hal yang membuat TaeYeon kagum akan pimpinan barunya ini. Ketika bekerja, BaekHyun berubah menjadi seseorang yang perfeksionis, everything must be perfect. Setiap pemotretan untuk majalah, dia selalu hadir dan mengomentari segala macam hal yang menurutnya kurang sempurna. BaekHyun juga detail dalam memilih pakaian.

Seperti acara dinner dengan para pemilik saham beberapa waktu yang lalu. Sebagai sekertarisnya, menemani BaekHyun sudah menjadi tanggung jawab TaeYeon. Sewaktu menemani ayah BaekHyun, fashion style seorang TaeYeon tidak pernah dikritik. Namun, semua itu berbanding 180ยบ dengan pria tersebut. 

Ketika BaekHyun menjemput TaeYeon di kediaman wanita ini, sang pria dengan lantangnya berteriak di depan TaeYeon mengenai fashion style-nya. Emosi TaeYeon meningkat. Tidak merasa dihargai membuatnya ingin berteriak di depan pria ini. Namun, pria ini memang tidak bisa diremehkan. Sebelum Taeyeon mengeluarkan sepatah kata dari bibirnya, Baekhyun menarik tangan mulusnya menuju Ferrari miliknya, dan membawa sang wanita menuju salah satu fashion outlet milik perusahaan. 

Dengan teliti dia mencarikan pakaian yang pantas bagi TaeYeon, dan menyuruh wanita tersebut untuk berganti pakaian. Dengan kesal, TaeYeon pun mengiyakan keinginan pimpinannya tersebut. Selesai berganti pakaian, ia pun keluar dan menemukan pimpinannya telah menggunakan setelan jas yang serasi dengan pakaiannya. Taeyeon mulai terpesona akan kesempurnaan Baekhyun, dan sukses terbuai oleh pesonanya.

Baekhyun yang menyadari hal ini tidaklah diam, melainkan memanfaatkan kesempatan yang ada. Setelah dinner malam itu, Baekhyun menggencarkan aksinya. Dirinya mengajak Taeyeon ke sebuah bar mini, yang langsung diiyakan oleh Taeyeon. Sesampainya di bar, Baekhyun memberikan satu gelas bir yang sangat memabukkan untuk sang wanita. Taeyeon yang belum pernah minum sebelumnya, mengambil gelas tersebut dengan ragu-ragu, namun senyuman maut pria tersebut membuatnya hanyut dan pada akhirnya meminum isi di dalam gelas tersebut dalam satu teguk. Dirasa enak, Taeyeon meminta satu gelas lagi, yang sungguh tak disangka oleh Baekhyun. Namun kemudian, Baekhyun pun tersenyum licik, tidak menyangka bahwa rencananya akan berhasil.

Setelah beberapa lama, Taeyeon pun mabuk. Baekhyun pun membawa wanita mungil ini menuju apartemen pribadinya. Dia memacu gas kenderaan, ingin segera bermain secepat mungkin. Sesampainya di apartemen, Baekhyun langsung membawa Taeyeon menuju kamarnya dan melancarkan aksinya. Ketika hampir mencapai klimaks, Taeyeon mengatakan,
“Aku mencintaimu, Baekhyun,”
Namun, hanya dianggap sebagai angin lalu oleh Baekhyun, dan dirinya meneruskan aktivitasnya ini.

Sebulan setelah kejadian itu, Taeyeon merasakan sesuatu pada dirinya. Sering muntah-muntah di pagi hari, dan kadang pingsan ketika berada di kantor. Walaupun dia tahu jika ini ada hubungannya dengan Baekhyun, namun dirinya tidak berani memastikan kebenarannya. 

Hingga dirinya memberanikan diri membeli sebuah alat yang ditakuti bagi wanita yang belum menikah. Taeyeon mencobanya, dan hasilnya positif. Taeyeon hamil. Dirinya mengandung anak Baekhyun.
Taeyeon merasa sangat senang. Namun, ketika dia mengutarakan semuanya pada Baekhyun, apa yang didapatkannya? Dirinya sudah dibuang, semenjak Baekhyun mengambil kesempatan atas dirinya.

Dirinya sangat marah, dicampakkan setelah diperlakukan tidak benar itu sangat menyedihkan. Namun, Taeyeon tidak bisa berhenti mencintai Baekhyun. Cinta itu tidak bisa dihentikan semudah membalikkan setelapak tangan. Karena, sometimes, the reality says that love is blind.

FIN

1. Sajangnim : pimpinan dalam bahasa korea
2. Text messages : layanan pesan singkat di ponsel selular

Wednesday, October 9, 2013

Mental Breakdown

Hey guys, gue kembali lagi nih ;;) by the way, udah berapa lama ya gue ga nge-posting apa-apa disini? .... Yeah, unimportant lah. So, seinget gue, gue ada nge-hapus dua postingan yang gue posting baru-baru ini. Kenapa? Iya biar ga ada konflik dan kontroversi gitu deh, hahaha gaya gue.

Kali ini gue mau cerita about this fckn week. Horrible!!! Its not even a week, tapi rasa itu loh ya ampun, gue sampe mental breakdown banget. Kesel banget deh pokoknya. Apalagi sama yang namanya hasil UTS, atau yang kepanjangannya Ulangan Tengah Semester, duh bikin bete to the max deh pokoknya.

Abis gitu yeee, masa cowok yang gue suka, okelah whoever he is, he said that my friend is beautiful, in front of my eyes. Duh, gimana ga sakit coba? Udah gitu ya, pake nanya-nanya akun sosmednya temen gue lagi :') Aduh, gini ta rasanya dibandingin sama temen gue sendiri :'))))))

Kayaknya sih itu aja dulu dari gue. Kesibukan serta homework yang ga sedikit, alias numpuk kayak gunung bikin gue jadi ga sempet update ini blog. Ya, tapi pasti gue sempetin buka blog ini ;)