Saturday, November 23, 2013

Bittersweet of Love

Love...
What is the definiton of love? Anybody know the real definition of this 4-alphabets word. Orang-orang pada bilang kalau cinta itu indah, menyenangkan, membahagiakan, dan semua perasaan bahagia yang ada. Ada juga yang bilang kalau cinta itu kayak drugs, memabukkan, bikin candu, bahkan membutakan hati seseorang. Namun, ada juga yang bilang kalau cinta itu sakit, perih, dan rasa sakit lainnya selama seseorang jatuh cinta.

Gue sendiri sih masih ga paham  gimana cinta yang sebenarnya, ya cinta yang beneran cinta. Pasalnya, banyak orang bilang kalau lagi jatuh cinta, kita bakal ngerasa kalau jantung kita berdetak keras, dan ribuan kupu-kupu kayak lagi terbang di dalam perut kita.

Gue udah pernah ngerasain hal-hal diatas itu, tapi apakah itu sudah cinta? Karena, in the other side, gue juga pernah berada dalam posisi susah memperjuangkan relationship, hingga diakhiri dengan break yang bikin gue sakit dan perih. And now, gue lagi dibuat mabuk sama someone else. Jadi, apa bisa gue dibilang lagi jatuh cinta?

Tidak akan ada yang tahu, karena gue yang seharusnya bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi, sampai sekarang, aku tidak paham dengan isi hatiku. Dan I'm afraid to say that I love this new person in my life. So, what's happening with me?

Intinya sih ya, cinta itu ga selalu indah, dan ga selalu manis, tapi dari cinta, lo juga pada bisa ngerasain sakit yang lo ga pernah bayangin. Sometimes, cinta juga timbul dari suatu perbedaan, ya bisa saja membuat senang, tapi ada juga perbedaan dari dua insan yang bikin hati kratak, ya salah satu sih masalah iman. Ketika jatuh cinta, hati dan pikiran bakal dibuat campur aduk, pusing 7 keliling, dan bla bla bla. Ya gue sendiri ga bisa ngomong banyak tentang apa yang dirasain seseorang ketika jatuh cinta, karena cinta itu ada pahit dan manisnya tersendiri.

Thursday, November 21, 2013

Appology

Aku bukan wanita yang mudah untuk jatuh cinta. Dan aku memang wanita yang tidak selalu ada dalam relationship dalam waktu lama. Singkat saja, tidak bisa bertahan lama. Karena, memang diriku susah untuk merasakan cinta yang sesungguhnya.

Namun, kau hadir dan merubah segalanya. Aku mulai tahu rasanya jantung berdetak cepat ketika kau ada di dekatku. Dan aku mengerti rasa itu sekarang. Bagaikan ribuan kupu-kupu menari di perutku, aku juga merasakannya.

Kau layaknnya pangeran yang tak bisa dijangkau. Kau terlalu tinggi untuk digapai, dan aku (mungkin) tidak sanggup untuk menggapai dirimu. Kau perfect, tapi aku sadar jika kau terlalu perfect untuk diriku. Aku tidak ada apa di matamu. Aku juga tidak bisa mendefinisikan apa status kita saat ini. Apakah aku hanya sebatas teman, sebatas adik, atau yang paling parah, aku hanya sebatas anak ibu kos mu.

Maafkan jika perasaanku mengganggu dirimu, dan membuat dirimu tak nyaman. Maafkan jika aku tidak bisa mengutarakan perasaanku seperti yang kau inginkan. Mungkin sekarang memang masanya emansipasi, tapi maaf, untuk masalah perasaan, aku tidak berani berdiri atas dasar nama emansipasi. Maaf, aku hanya takut penolakan. Aku tidak tahu apa yang kau rasakan tentang aku. Aku tidak bisa hanya sekedar menerka isi hatimu, karena isi hatimu hanya kau yang mengerti.

Aku bukan siapa-siapamu disini, jadi aku tidak ada hak sama sekali untuk mengusik hati dan pikiranmu. Jadi sekali lagi, maaf jika aku punya rasa untuk dirimu. Tapi, aku sudah terlanjur.

Monday, November 4, 2013

Addiction

Aku tidak mengenalmu dalam waktu yang singkat. Setahun telah berlalu sejak diriku mengenal dirimu. Itu bukanlah waktu yang sebentar bagiku, untuk bisa memahami dirimu. Awalnya, tidak ada sesuatu yang membuat tertarik akan dirimu. Mendengar cerita mengenai dirimu dari teman-temanmu pun juga tidak membuatku tertarik akan pesonamu.

Hingga seseorang terdekatmu bercerita mengenai dirimu, wahai pangeranku. Ini merupakan titik mula aku mulai menaruh perhatian padamu sedikit demi sedikit. Dalam keadaan yang cukup kalut, saat itu, aku pun mencoba, dan terus mencari sesuatu yang ada pada dirimu, hanya sebatas pelarian dari pria yang sebelumnya.

Dirimu berhasil membuatku move on, namun aku salah. Kau tak hanya sekadar pelarianku, aku mulai menaruh rasa padamu. Pesona mautmu membuat diriku terjebak di dalamnya. Kau bagaikan magnet yang menarik diriku, bagaikan kutub utara yang menarik kutub selatan, kau sukses menarik seluruh perhatianku, hanya untuk dirimu.

Semakin lama, aku semakin terbawa arus pesonamu. Aku tak paham, magic apa yang kau miliki, hingga bisa membuatku terseret dan terombang-ambing tidak jelas, seperti perahu di tengah laut yang tidak tahu dimana harus berlabuh.

Segala hal aku lakukan untuk membuatmu melihat keberadaanku. Aku mulai menjadi stalker setiamu. Membuka account Twitter-mu hampir setiap hari, hanya untuk mengetahui karakter dirimu, walaupun ada kemungkinan itu bukan dirimu yang sebenarnya. Aku hanya penasaran akan dirimu yang sebenarnya.

Aku pun mulai bercerita akan dirimu pada teman-temanku. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa dirimu terlihat biasa saja, bahkan masuk dalam kategori anak yang tidak rapi, first of all because of your long hair. Aku yang dibutakan atau bagaimana, apapun yang ada pada dirimu, kau tetap terlihat sempurna di mataku. Seperti lagu yang satu ini...

"You don't know how beautiful you are to me,
You never trying to be perfect,
Nobody's perfect, but you are, for me,"

Dirimu telah menjadi bagian dari diriku yang tidak bisa terpisahkan (mungkinkah akan terpisah suatu saat nanti?). Kau bagaikan candu bagi diriku. Kau sungguh memabukkan. Dan kau telah mengubah semua pandanganku akan cinta yang sesungguhnya.

Namun, ada satu pertanyaan yang ingin ku tanyakan pada dirimu.
Bolehkah aku mencintaimu?