Wednesday, March 30, 2016

Palangka Raya: Kota Garis Khatulistiwa

Putu Audrina Utama – 3614100062
Palangka Raya
”Postingan ini merupakan bahan penilaian mata kuliah Perencanaan Kota”

Kota Palangka Raya merupakan ibukota dari Provinsi Kalimantan Tengah yang muai berdiri pada 11 Meo 1959 dan disahkan dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 1959.
Secara geografis, Kota Palangka Raya terletak pada 113o30` - 114o07` Bujur Timur dan 1o35` -2o24` Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.678,51 km2 dan topografi terdiri dari tanah datar dan berbukit dengan kemiringan lereng kurang dari 40%.

Peta Batasan Wilayah
Gambar 1 Peta Batasan Wilayah Kota Palangka Raya
Sumber:
RP3PK Kota Palangka Raya Tahun 2013-2033

Gambar diatas merupakan peta dari Kota Palangka Raya.
Batasan-batasan wilayah dari Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut:
Utara: Kabupaten Gunung Mas
Timur: Kabupaten Katingan
Barat: Kabupaten Pulang Pisau
Selatan: Kabupaten Pulang Pisau

Konstelasi Wilayah


Gambar 2 Lokasi Kota Palangka Raya dilihat dari Peta Indonesia
Sumber:
Wikipedia.org, 2016

Gambar 3 Lokasi Kota Palangka raya dilihat dari Peta Pulau Kalimantan
Sumber:
Wikipedia.org, 2016

Gambar 4 Lokasi Kota Palangka Raya dilihat dari Peta Provinsi Kalimantan Tengah
Sumber:
Wikipedia.org, 2016

Ketiga gambar diatas menggambarkan urutan konstelasi dari Kota Palangka Raya, yang dilihat dari Peta Indonesia, Peta Pulau Kalimantan, dan berakhir pada Peta Provinsi Kalimantan Tengah. Kota Palangkaraya ditandai dengan warna cokelat.

Fungsi Utama
Fungsi utama dari Kota Palangka Raya adalah sebagai pusat pemerintan dan pusat kegiatan nasional bagi Provinsi Kalimantan Tengah.

Rona Kondisi Eksisting
-Demografi-
Menurut BPS Kota Palngka Raya, jumlah penduduk yang terdata pada tahun 2014 adalah sebanyak 252.105 jiwa. Jumlah penduduk Kota Palangka Raya dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut ini. Disertakan pula piramida penduduk Kota Palangka Raya pada tahun 2014.

Sumber: BPS Kota Palangka Raya, 2014

Sumber: BPS Kota Palangka Raya, 2014


Sumber: BPS Kota Palangka Raya, 2014

-Ekonomi-
Berdasarkan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palangka Raya tahun 2010-2014, laju pertumbuhan terbesar berada pada bidang Informasi dan Komunikasi. Persentase laju pertumbuhan PDRB Kota Palangka Raya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Sumber: BPS Kota Palangka Raya, 2014

-Sosial & Budaya-
Secara sosial dan budaya, Kota Palangka Raya memiliki berbagai macam kegiatan budaya yang dilaksanakan setiap kurun waktu tertentu.
1.    Upacara Tiwah, merupakan ritual kematian seperti ngaben yang dianut oleh Suku Dayak di Kota Palangka Raya.

Sumber: Google.com, 2016

2.   Festival Budaya Isen Mulang

Sumber: Google.com, 2016

3.   Kontes Putra-Putri Pariwisata

Sumber: Google.com, 2016

Selain itu, terdapat jenis-jenis kebudayaan yang menarik seperti Tari Kambang Pandang.


Sumber: Ikhsan Effendi, Google.com, 2016

-Prasarana dan Sarana-
Dalam ketersediaan prasarana, Pemerintah Kota Palangka Raya menyediakan jalan raya sebagai mobilitas bagi penduduk kota. Jenis jalanan yang disediakan adalah jalan poros desa dan jalan mantap.


Gambar 5 Kondisi Prasarana Jalan di Kota Palangka Raya
Sumber:
Google.com, 2016

Kemudian untuk ketersediaan sarana, terdapat beberapa infrastruktur yang tersedia.
1.    Bandara Tjilik Riwut sebagai penghubung sarana transportasi udara.


Sumber: Google.com, 2016

Sarana-sarana lain yang tersedia di Kota Palangka Raya adalah berupa sarana kesehatan dengan 1 rumah sakit umum dengan 210 kapasitas.

Potensi & Permasalahan
Potensi Kota Palangka Raya berasal dari investasi kegiatan pertambangan dan perkebunan. Jenis tambang yang terdapat di Kota Palangka Raya ada tambang batu bara, tambang zirkon, dan tambang lainnya yang masih di eksploitasi. Potensi pertambangan lainnya adalah usaha pertambangan bahan galian C (berupa galian pasir) yang lokasinya tersebar di Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Sabangau, dan Kecamatan Jekan Raya. Dari 24 perijinan kegiatan dan usaha pertambangan bahan galian golongan C yang terdaftar, sampai dengan bulan April 2010 ini, terdapat 14 yang masih berproduksi — 8 (delapan) di Kecamatan Bukit Batu, 2 (dua) di Kecamatan Jekan Raya, 4 (empat) di Kecamatan Sabangau.
Untuk bidang perkebunan, terdapat 4 (empat) perusahaan perkebunan besar swasta kelapa sawit dengan luas lokasi secara keseluruhan berjumlah sekitar 55.800 Ha, dimana 2 (dua) perusahaan masih berstatus arahan lokasi, 1 (satu) perusahaan sedang dalam proses pengajuan permohonan arahan lokasi, dan 1 (satu) lagi dalam proses permohonan persetujuan prinsip perkebunan kelapa sawit.
Namun, terdapat permasalahan yang tidak dapat dipungkiri, yaitu kurangnya ketenagakerjaan dalam kegiatan tambang dan perkebunan akibat belum adanya penggalian potensi tenaga kerja di Kota Palangka Raya. Selain itu, potensi-potensi tersebut dipegang oleh swasta, sehingga kesempatan kerja menjadi kecil akibat perusahaan swasta yang ‘pilih-pilih’ pekerja.

Potensi yang Dapat Dikembangkan
Untuk kegiatan pertambangan, sebaiknya sumber daya manusia yang ada di Kota Palangkaraya dibekali dengan memberikan pendidikan dasar serta pendidikan teknik pertambangan sehingga mumpuni dalam mengeksplorasi tambang-tambang yang ada di Kota Palangka Raya, dan juga menghemat penggunaan akan bahan tambang sehingga tidak habis di masa mendatang.
Untuk kegiatan perkebunan, sebaiknya sumber daya manusia yang ada dibekali dengan ilmu berkebun dan juga marketing sehingga hasil kebun yang mereka hasilkan laku di pasaran, dan juga menambah jumlah wirausahawan. Dengan bertambahnya jumlah wirausahawan, jumlah tenaga kerja pun akan semakin banyak terserap dan kekurangan akan ketenagakerjaan dapat diminimalisir.
Selain itu, dapat pula diadakan kegiatan industri kreatif yang dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat Kota Palangka raya, dan juga berpotensi meningkatkan PDBR Kota Palangka Raya.


No comments:

Post a Comment